Keblinger

Keblinger

Friday, April 14, 2017

TRAVEL UMRAH & HAJI DIJUAL


 TRAVEL UMRAH & HAJI DIJUAL





Assalamualaikum Warahmatullahi Wabarakaatuh

Menunaikan Ibadah Haji merupakan kewajiban bagi seluruh ummat Islam di Indonesia, apabila mampu. Mampu di sini banyak yang menyampaikan dengan istilah Istitho'ah. Artinya mampu dalam beberapa hal.
Dalam Al-Qur'an Allah SWT berfirman : "Dan diantara kewajiban manusia terhadap Allah Swt adalah mengerjakan haji ke Baitullah, yaitu bagi orang-orang yang mampu. (QS. Ali Imran : 97).


Ayat di atas menginformasikan kepada kita, bahwa salah satu kewajiban umat Islam adalah mengerjakan haji ke Baitullah, bagi orang yang mampu (istithâ’ah), baik fisik maupun materi dan aman dalam perjalanan.


Istitha’ah dalam pengertian kebahasaan berasal dari akar kata tâ’a, yaitu tau’an, berarti taat patuh dan tunduk. Istithâ’ah berarti keadaan seseorang untuk melakukan sesuatu yang diperintahkan syara’ sesuai dengan kondisinya. Semakin besar kemmapuan seseorang semakin besar tuntutan untuk mengerjakan suatu perbuatan. Sebagai contoh adalah kifarat sumpah bagi yang melanggarnya, memberi makan 10 orang miskin, bagi yang mempunyai kemampuan lebih dari itu memberi pakaiannya, atau bagi orang yang sudah mapan dan berkecukupan dianjurkan untuk memerdekakan hamba. Jika 1 diantara 3 hal tersebut tidak juga mampu, kewajiban yang terendah adalah puasa selama 3 hari (lihat Alquran surat Al-Maidah : 89).


Namun demikian, Allah tidak memberatkan dan tidak menuntut seseorang untuk mengerjakan sesuatu di luar kemampuannya. Sejalan dengan hal itu, Allah Swt berfirman : Allah tidak akan membebani seseorang melainkan sesuai dengan kesanggupannya. (QS. Al-Baqarah : 286).


Maka dalam kondisi demikian, sangat diperhatikan i’tikad baik seseorang dalam melaksanakan perintah Allah Swt sesuai kadar ketaqwaannya. Allah Swt berfirman : Maka bertakwalah kepada Allah menurut kesanggupannya. (QS. At-Talaq : 16)


Oleh sebab itu, kajian istithâ’ah dalam Fikih Islam menjadi penting karena sangat menentukan sejauhmana seseorang dibebankan kewajiban dalam melaksanakan perintah Allah Swt, berbeda dalam hal meninggalkan larangan, tidak dikaitkan dengan istithâ’ah. Dengan kata lain, apabila diperintahkan untuk melaksanakan sesuatu, laksanakanlah sesuai dengan kemampuan. Sebaliknya, jika diperintahkan untuk meninggalkan sesuatu, tinggalkanlah segera tanpa memandang kepada kemampuan (istithâ’ah).


Kajian tentang istithâ’ah dibahas hampir ke semua furu’ (cabang) ibadah, pada masalah shalat, puasa, kifarat, nikah dan lain-lain. Akan tetapi yang lebih rinci dibicarakan adalah istithâ’ah dalam ibadah haji. Hal itu disebabkan karena dalam persoalan haji menghimpun dua kemampuan, kemampuan fisik dan materi sekaligus.


Para ulama berbeda pendapat dalam menentukan batasan-batasan istithâ’ah. Secara umum mereka memahami istithâ’ah di dalam surat Ali Imran ayat 97 di atas adalah, kemampuan seseorang untuk dapat sampai ke Mekah dan menunaikan haji seperti kemampuan jasmani, biaya dan keamanan dalam perjalanan sesuai dengan penjelasan Nabi Saw ketika ditanya oleh para sahabat Nabi Saw pengertian “sabila” dalam ayat di atas, Rasul Saw bersabda : Azzaad warrahilah, maksudnya perbekalan dan kendaraan. (HR. Dar-quthni)


Berdasarkan pemahaman di atas, mazhab Syafii tidak mensyaratkan kendaraan bagi orang yang menetap tidak mencapai jarak mengqasar shalat yaitu 89 km dari kota Mekah. Dengan kata lain, mereka diwajibkan menunaikan haji meskipun dengan berjalan kaki. Istithâ’ah dalam ibadah haji mempunyai pengertian lebih luas dibanding istithâ’ah di dalam ibadah-ibadah lain seperti shalat, puasa, dan lain-lain.


Para ulama menjelaskan makna istithâ’ah mencakup dalam beberapa hal, antara lain ;


a. Istithâ’ah harta yaitu adanya perbekalan untuk membayar Ongkos Naik Haji (ONH) pergi dan pulang serta biaya hidup, tempat tinggal, makanan dan minuman yang cukup. Orang yang berangkat haji dengan cara meminta-minta dan mengajukan proposal untuk mendapatkan ongkos haji atau meminta jatah dari pemerintah atau dari instansi tertentu. Sebenarnya belum ada kewajiban haji bagi mereka. Namun demikian, bila haji dilaksanakan dengan biaya pemberian orang lain, hajinya tetap sah dan sudah dianggap melaksanakan rukun Islam yang kelima.


Berangkat haji dengan pemberian atau hadiah orang lain boleh diterima, namun tidak wajib menerimanya apalagi bila diketahui bahwa biaya yang diberikan bersumber dari yang haram, misalnya seorang koruptor menghajikan karyawannya atau hasil dari perjudian dan minuman keras atau hasil pajak judi dan perzinahan dan lain-lain, maka sebaiknya dia tidak menerima pemberian tersebut dan tidak boleh berangkat dengan uang yang haram.


Oleh sebab itu seorang koruptor tidak wajib melaksanakan haji sebelum dia mengembalikan harta hasil korupsinya kepada pemiliknya, karena haqqul ibadah (hak manusia) berdasarkan pada perjanjian (kompromi) sedangkan haji adalah hak Allah Swt berdasarkan pada toleransi. Oleh sebab itu hendaklah mendahulukan hak manusia dari hak Allah karena Alah Maha Mulia lagi Maha Pemaaf.




Diriwayatkan dalam beberapa hadis bahwa ketika orang yang berangkat haji dengan harta yang halal berkata Labbaik Allahumma labbaik (Ya Allah kami datang menjawab panggilan-Mu, maka Allah menjawab : Allah menerima permohonan-Mu dan Allah memuliakan-Mu. Sedangkan ketika orang yang berhaji dengan harta yang haram ketika berteriak dengan ucapan Labbaik Allahumma labbaik, Allah berkata kepadanya : Allah tidak menjawab permohonanmu dan tidak pula memuliakanmu dan hajimu dikembalikan kepadamu, kembalilah dengan membawa dosa dan tanpa pahala.


b. Istithâ’ah dalam kesehatan. Kemampuan fisik salah satu syarat wajib mengerjakan haji karena pekerjaan ibadah haji berkaitan dengan kemampuan badaniah, hampir semua rukun dan wajib haji berkaitan erat dengan kemampuan fisik, terkecuali niat (adalah rukun qalbi). Dalam hal ini seorang yang buta atau seorang yang bodoh (safih) atau idiot jika mempunyai kemampuan harta, maka syarat wajib haji baginya ada pemandu atau penuntun yang membimbing pelaksanaan hajinya.


Dan bagi seorang Lansia (lanjut usia) yang tidak mempunyai kemampuan untuk duduk lama di dalam kendaraan atau di perjalanan, boleh mewakilkan hajinya kepada orang lain. Diriwayatkan dalam hadis shahih dari Jamaah dari Ibnu Abbas ra. bahwa ada seorang perempuan dari Khatsam berkata : Wahai Rasulullah, sesungguhnya ayahku punya kemampuan harta untuk mengerjakan haji, namun dia sudah tua renta, tidak mampu duduk lama di dalam kendaraan (di atas unta), maka Rasulullah Saw bersabda : Hajikanlah dia, dan peristiwa itu ditanyakan kepada Rasulullah pada Haji Wada’.


Berdasarkan hadis ini, kemampuan fisik sangat menentukan dan tidak melihat kepada umur. Oleh sebab itu rencana Kerajaan Arab Saudi untuk memberlakukan batas umur 65 tahun tidak boleh haji, belum layak untuk diberlakukan, karena ada sebagian orang meskipun umur sudah lebih 65 tahun, akan tetapi masih mempunyai kemampuan fisik untuk berhaji.


c. Kemampuan (istithâ’ah) untuk mendapatkan kendaraan atau alat transportasi sama ada dengan menyewa atau membeli tiketnya merupakan syarat wajib haji. Jika seseorang sudah mendapatkan visa haji akan tetapi tidak ada tiket pesawat reguler atau carter yang membawanya ke haji, maka kewajibannya telah gugur, dan demikian pula bagi seorang wanita yang berangkat tanpa muhrim/mahram, maka belum wajib melaksanakan ibadah haji. Rasul Saw bersabda : Wanita tidak boleh bepergian lebih dari dua hari kecuali ditemani suami atau mahramnya. (HR. Bukhari dan Muslim). Persoalan mahram ini, Kerajaan Arab Saudi telah memberi kemudahan bagi wanita usia lanjut dan berombongan, tidak disyaratkan mahram untuk mendapatkan visa haji dan umrah.

Akhirnya, istithâ’ah dalam semua ibadah menjadi syarat terlaksananya semua perintah Allah Swt, semakin tinggi kemampuan, semakin tinggi pula tuntutan syara’ kepadanya. Sebaliknya, berkurang kemampuan, berkurang pula tuntutan Allah kepadanya. Dan Allah Swt tidak membebankan seseorang melainkan sesuai kemampuan. Hikmah dari semua itu agar ibadah terlaksana dengan ikhlas. Semoga mendapat haji mabrur

Wallahu alam bishshawab

Wassalamualaikum Warahmatullahi Wabarakaatuh 



GUS MARIO


Untuk informasi Travel Umrah & Haji yang dijual silakan hubungi :

0853 1932 1650 / WA
0878 8932 0878


======================================================================

Kriteria Travel Umroh & Haji yang dijual :
1. BPW (belum berijin Umrah)
2. BPW berijin Umrah
3. BPW berijin Umrah + IATA
4. BPW berijin Umrah + Haji
5. BPW berijin Umrah + Haji + IATA  
 

Friday, May 30, 2014

UMRAH PLUS CAIRO DAN ZIARAH HADRAMAUT





































Sunday, May 25, 2014

UMRAH RAMADHAN 1435H /2014M


UMRAH RAMADHAN 1435H/2014M
PROGRAM 12 HARI

USD 4.200,-/orang/sekamar 4 orang
USD 4.400,-/orang/sekamar 3 orang
USD 4.700,-/orang/sekamar 2 orang
+Rp.1.000.000,- (airport tax, perlengkapan & manasik)


UMRAH RAMADHAN 1435H/2014M
PROGRAM 15 HARI

USD 4.500,-/orang/sekamar 4 orang
USD 5.500,-/orang/sekamar 3 orang
USD 6.500,-/orang/sekamar 2 orang
+Rp.1.000.000,- (airport tax, perlengkapan & manasik)

UMRAH RAMADHAN LAILATUL QADR
1435H/2014M
PROGRAM 12 HARI

USD 4.800,-/orang/sekamar 4 orang
USD 5.200,-/orang/sekamar 3 orang
USD 5.600,-/orang/sekamar 2 orang
+Rp.1.000.000,- (airport tax, perlengkapan & manasik)
 
Fasilitas :
Flight : Saudia Airlines


Akomodasi :
3M Madinah : DALLAH TAIBAH


7M Makkah  : ROYAL DAR AL EIMAN



Informasi lengkap hubungi :
AGUSMAR SUMARYO

Phone :
+62 21 94765595

Mobile :
+62 853 1932 1650
+62 857 1901 7546

Email :
gusmario2000@yahoo.om
gusmario2000@gmail.com



SEMOGA DIKARUNIAKAN UMRAH YANG MABRUR. AMIN

Saturday, May 24, 2014

UMRAH REGULER

Biaya Paket Umrah :
USD 2.200,-/orang/sekamar 4 orang
USD 2.300,-/orang/sekamar 3 orang
USD 2.400,-/orang/sekamar 2 orang 

+Airport, handling, perlengkapan dan manasik Rp.1.000.000,-

Program : 9 hari
4 malam - Grand Al Eiman Makkah
3 malam - Royal Andalus Madinah 


Masjid Nabawi

Masjidil Haram

Masjid Quba

Friday, May 23, 2014

ANTISIPASI VIRUS MERS COV

URUSAN VISA UMRAH, JAKARTA - Himpunan Penyelenggara Umrah dan Haji (Himpuh) sampai saat ini belum mendapatkan pengarahan dari Kementerian Kesehatan berkaitan dengan antisipasi terhadap MERS-CoV.

"Untuk antisipasi terhadap MERS-CoV kami sedang menunggu arahan dari Kementerian Kesehatan. Namun, kami sudah menyampaikan kepada anggota Himpuh untuk melakukan antisipasi secara umum,''kata Sekjen Himpuh, Muharom, Kamis  (1/5).


Menurut dia, arahan yang disampaikan kepada anggota Himpuh antara lain: mewajibkan kepada para jamaah umrah dan haji untuk menjaga ketahanan tubuh. Sebab, hal ini sangat mempengaruhi pencegahan terhadap penyakit, di antaranya minum vitamin dan vaksin flu.

Selanjutnya, kata Muharom, setelah di Makkah dan Madinah, apabila para jamaah berada di tempat terbuka atau tubuh dalam keadaan tidak fit, diimbau untuk selalu menggunakan masker.

Berdasarkan informasi, onta banyak menularkan MERS-CoV, maka sejak adanya informasi tentang MERS-CoV beberapa travel anggota Himpuh sudah berinisiatif tidak menjadikan lagi peternakan onta sebagai salah satu tujuan untuk dikunjungi.

"Namun, kami sangat menunggu arahan dari Kementerian Kesehatan. Mudah-mudahan dalam waktu dekat atau pekan depan kami sudah mendapatkan arahan  yang berkaitan dengan MERS-CoV ini," kata Muharom.

"Alhamdulillah, sampai sekarang kami belum mendapatkan laporan dari para anggota tentang adanya jamaah yang pulang umrah yang mengalami keluhan demam atau yang mengarah ke MERS- CoV," tuturnya.

APA SEBABNYA TRAVEL BERIJIN UMRAH & HAJI DIJUAL ?

Judul di atas tidak mewakili semua travel / biro perjalanan yang mempunyai ijin Haji & Umrah, namun hal ini untuk mengantisipasi kepada para konglomerat yang berkeinginan untuk memiliki serta membeli Biro Perjalanan / Travel berijin Umrah & Haji.

Apa sebaiknya yang dilakukan sebelum membeli Biro Perjalanan Berijin ?
Pertama-tama pastikan dulu kemampuan kita sebelum membeli, apakah kita mempunyai calon jamaah atau kita mempunyai pasar untuk calon jamaah haji dan umrah. Kalau setelah kita membeli biro perjalanan tersebut dan kita start dari nol, maka dalam jangka waktu 3 (tiga) tahun kalau tidak memiliki jamaah sekitar 150 orang, maka ijin hajinya tidak bisa diperpanjang. Nah disinilah perlu adanya trik khusus apabila ingin membeli biro perjalanan haji.

Berapakah kisaran harga yang umum di pasaran ?
Berapakah kisaran harga biro perjalanan yang akan dijual ? Hal ini tergantung dari aspek mengapa biro perjalanan tersebut dijual. Ada salah satu travel berijin haji yang dijual murah (dibawah 500juta), karena pemilik biro perjalanan tersebut memiliki beberapa biro perjalanan dan dalam waktu yang sama, sang pemilik mempunyai kewajiban berupa pembayaran yang jatuh tempo kepada bank yang mana dana tersebut sebelumnya digunakan untuk pembelian tiket, dll.

Bagaimana keamanan dengan biro yang dijual ?
Bagaimana keamanan biro yang dijual, di sini harus kita cek sebelum membelinya. Diantaranya kepada instansi pemerintah, dalam hal ini Kementerian Agama Republik Indonesia yang mengeluarkan ijin umrah maupun haji tersebut. Selain itu kita juga harus mengecek ke beberapa provider visa yang mana hal tersebut adalah hanya sebagian kecil dari komponen umrah, namun kebanyakan dari biro perjalanan selalu meremehkan yang akhirnya jadi kewajiban yang menumpuk hingga beberapa waktu.

Demikian disampaikan tentang Biro Perjalanan yang dijual serta trik-trik juga tips dalam mengelola Biro Perjalanan yang berizin Haji & Umrah.

Wassalamu'alaikum Wr. Wb.

Agusmar Sumaryo

Thursday, May 22, 2014

MENGINGAT KEMBALI UMRAH YANG AMAN TANPA MERS COV

Perjalanan Umrah Reguler

Hari 1
JAKARTA - MADINAH
Pkl. 09.00 Wib memulai perjalanan hari dari kawasan Kebayoran Baru, tepatnya Jalan Bumi Kelurahan Gunung, Kecamatan Kebayoran Baru Jakarta Selatan. Perjalanan dari kantor menuju Bandara Soekarno Hatta memakan waktu sekitar 45menit dengan taksi atau 1 jam dengan Bus DAMRI. Kami berangkat bertiga karena dua teman yaitu Riecho H dan juga Mamay mengantar keberangkatan saya ke Bandara Soekarno Hatta.































Dari kawasan Jakarta Selatan menuju Jakarta Barat melalui Pakubuwono, Bulungan, Bunderan Senayan, Pintu 1 Senayan, Semanggi terus belok kiri ke arah bandara dan masuk tol. Setibanya di Kawasan bandara Soekarno Hatta kami menuju Kawasan Perkantoran Bandara untuk mengurus pas masuk bandara di Airport Security. selanjutnya menuju Terminal 2 pintu 1D karena kami menggunakan pesawat Saudia Airlines.

Setibanya di Airport, kami check in tiket dan bagasi. Hingga waktu sholat Dhuhur berkumpul dengan calon jama'ah umrah.
Pkl. 13.30 Wib semua jama'ah memasuki ruang tunggu di gate E3. Pemeriksaan sangat ketat di sini, terlebih lagi di bagian check in sebelum masuk ke ruangan E3 tersebut. Semua barang cair di atas 100 ml dikeluarkan dan dilaporkan ke petugas. Namun semua berjalan lancar.

Kamipun memasuki pesawat dan take off pada pkl. 15.35 Wib.















































Suasana di dalam pesawat Saudia Airlines SV 821

Pesawat Saudia Airlines SV 821 transit di Dammam. Setelah transit selama 1 jam, perjalanan dilanjutkan menuju Madinah. Tiba di Madinah pkl. 23.35 WAS. Setelah selesai proses imigrasi kami keluar dan disambut oleh perwakilan Sakinah di Madinah. Setelah selesai cek barang bagasi, kami semua menggunakan bis menuju Madinah. Perjalanan dari Airport Madinah (AMAA - Amir Muhammad bin Abdul Azis Airport) menuju hotel adalah 20 menit. Kami tiba di hotel Royal Dyar, cek in dan kemudian istirahat. Namun diantara kami jama'ah laki-laki langsung menuju Mesjid Nabawi untuk sholat Isya.





























Suasana di hotel Royal Dyar Madinah


Hari ke 2  
MADINAH
Hari ini dimulai dengan menjalankan sholat shubuh berjama'ah di Masjid Nabawi. Selesai shubuh kembali ke hotel untuk makan pagi. Setelah selesai makan pagi melaksanakan ziarah ke Raudhah, untuk jama'ah perempuan dibimbing oleh muthawwifah Ustadzah Hj. Farida. Selesai ziarah raudhah mengunjungi Makam Rasulullaah Saw, dan Makam para sahabat. Selesai ziarah kembali ke hotel acara bebas dan istirahat.

















Hotel Royal Dyar Madinah [lokasi di belakang Hilton hotel]



Hari ke 3
MADINAH
Hari ketiga diawali dengan Ziarah kota Madinah yaitu dengan mengunjungi Masjid Quba, Jabal Uhud, Kebun Kurma, Percetakan Al-Qur'an, Masjid Khandak melewati Masjid Kiblatain. Kembali ke Masjid Nabawi untuk melaksanakan sholat Dhuhur dan Ashar berjama'ah. Selesai sholat Ashar pemantapan manasik Umrah.













































Ketika ziarah Madinah mengunjungi : Masjid Quba, Jabal Uhud & Kebun Kurma


Hari ke 4

MADINAH - MAKKAH
Hari keempat diawali dengan sholat shubuh berjama'ah. Setelah selesai sholat shubuh kembali ke hotel untuk makan pagi. Selesai makan pagi, ziarah ke makam Baqi. Sholat Dhuhur dan Ashar dijama' takdim. Kembali ke hotel untuk makan siang, kemudian menuju Bir Ali untuk Miqat Umrah. Tiba di Bir Ali sebuah masjid miqat yang jaraknya kurang lebih 10km dari Masjid Nabawi jama'ah melaksanakan sholat tahiyyatul masjid dilanjutkan sholat sunnah ihram masing masing 2 rakaat. Selesai sholat sunnah ihram kembali ke bis untuk melafadzkan niat umrah dan langsung melanjutkan perjalanan menuju Mekkah. Perjalanan menuju Mekkah memakan waktu sekitar 5 - 6 jam.












































Bersama Habib Rasyid Sungkar, ketika Miqat Umrah di Bir Ali
.



Setibanya di Mekkah langsung menuju hotel Al Nadwa untuk check in dan makan malam. Setelah selesai makan malam, dilanjutkan menuju Masjidil Haram untuk melaksanakan thawaf, Sa'i dan tahallul. Kami selesai melaksanakan thawaf hingga tahallul pada pukul 22.30 Was. Kami jama'ah laki laki langsung memotong rambut hingga botak, karena sesuai dengan Hadits Rasulullaah saw, barang siapa yang mencukur rambutnya hingga habis, maka Rasulullaah Saw mendoakan kita hingga 3 kali, sedangkan bagi jama'ah yang mencukur rambutnya hanya sedikit Rasulullaah Saw hanya mendoakan 1 kali saja. Jadi sebaiknya saya mengikuti yang didoakan 3 kali saja. Alhamdulillaah. Setelah capek selesai thawaf hingga tahallul, kami kemballi ke hotel Al Nadwa untuk istirahat, namun bagi Rizka dan mama serta neneknya lebih baik istirahat di masjidil Haram untuk i'tikaf.



















Hari ke 5

MAKKAH
Hari kelima diawali dengan sholat shubuh berjama'ah di Masjidil Haram. Acara bebas yang penting memperbanyak ibadah di tanah suci dengan melaksanakan ibadah wajib dan memperbanyak ibadah sunnah.


Hari ke 6
MAKKAH
Mengawali hari dengan sholat shubuh berjama'ah di Masjidil Haram. Selesai shubuh kembali ke hotel untuk makan pagi. Selesai makan pagi melaksanakan ziarah kota Mekkah, dengan mengunjungi Jabal Tsur, Arafah, Muzdalifah, Jabal Rahmah, Mina dan Masjid Ji'ranah, namun tidak mengambil Miqat Umrah karena hari Jum'at. Kembali ke Masjidil Haram untuk sholat Jum'at melewati Jabal Nur, Mesjid Pohon dan Mesjid Jin.
Melaksanakan Sholat Jum'at di Masjidil Haram
Selesai sholat Ashar ziarah ke Maulid Nabi Muhammad Saw.



















Hari ke 7 

MAKKAH
 Senantiasa melaksanakan ibadah wajib dan memperbanyak ibadah sunnah di masjidil haram. Mulai shubuh, dhuhur lebih banyak i'tikaf di masjidil haram.
Setelah sholat ashar mengunjungi Masjid Hudaibiyah, Museum Ka'bah dan peternakan unta. Mengambil miqat di masjid hudaibiyah. Melafadzkan talbiah kembali dalam pelaksanaan umrah. Setibanya di Mekkah langsung melaksanakan thawaf, sa'i dan tahallul. Dilanjutkan makan malam.

















Hari ke 8

MAKKAH - JEDDAH  
Sholat shubuh berjama'ah di masjidil haram. Sebagian jama'ah melaksanakan thawaf wada
setelah shubuh karena supaya tidak panas. Ada juga yang melaksanakan thawaf wada sekitar jam 10. Namun kebanyakan pelaksanaan thawaf wada' setelah dhuhur. Selesai thawaf wada' kembali ke hotel untuk makan siang. pkl. 14.00 Was check out hotel Al Nadwa dan melanjutkan perjalanan menuju Jeddah. Perjalanan dari Mekkah menuju Jeddah sekitar 1,5 jam. Setibanya di Jeddah mengunjungi Laut Merah, Mesjid Terapung. Sholat Ashar di Mesjid Terapung, melewati Istana Raja Fahd yang di Jeddah, penyulingan air laut, makam siti Hawa.
Check in hotel Mercure Accor untuk istirahat. Malam hari mengunjungi Ballad Shopping Centre untuk memuaskan diri dalam berbelanja barang-barang atau oleh-oleh khas dari perjalanan umrah.

Hari ke 9
JEDDAH - JAKARTA
Pagi hari mengunjungi House of Gold, The Wonder of Diamond. Kembali mengunjungi Ballad Shopping Centre untuk membeli kekurangan oleh-oleh yang dipesan oleh sanak keluarga di kampung halaman.
Pkl. 14.30 Was check out hotel, melanjutkan perjalanan menuju King Abdul Azis Airport dan kembali singgah di Mesjid Terapung dan Laut Merah. Pkl. 17.45 Was tiba di Airport, setelah selesai proses keimigrasian semua jama'ah menuju ke ruang tunggu untuk keberangkatan kembali ke tanah air.

Hari ke 10
JAKARTA
Penerbangan Jeddah - Jakarta memakan waktu sekitar 9 jam. Perjalanan terindah dan tak pernah terlupakan. Perjalanan kembali ke tanah air dengan pesawat Saudia Airlines SV 816 bertolak dari Jeddah pkl. 21.35 Was dan tiba di Jakarta pkl. 11.15 Wib. Alhamdulillaah perjalanan umrah bersama Sakinah semoga mendapatkan berkah dan rahmat dari Allah SWT. Amin.































Fasilitas akomodasi yang dipakai pada group ini :
Madinah - Royal Dyar
Mekkah - Al Nadwa
Jeddah - Mercure Accor

web Hotel Mercure Jeddah :

www.accorhotels.com/gb/hotel-5713-mercure-grand-golden-jeddah/index.shtml